Minggu, 27 September 2009

Cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertainya

“Kau menghampirinya saat hati gundah
Dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu
Bukan mengisi kekosonganmu”


Dunia penuh dengan keseimbangan. Matahari hadir sebagai pemberi cahaya dan bulan hadir sebagai penanda bahwa tirai malam telah menjuntai turun. Begitu juga dengan manusia. Semuanya diseimbangkan, dimulai oleh hadirnya seorang pendamping bagi adam.

Ada pria, ada wanita. Sebuah kontradiksi. Yang satu mengedepankan logika dan yang lain terlalu memakai perasaan. Tapi siapa yang peduli. Hal ini memang sudah menjadi kodrat . Diciptakan seperti itu sebagai penyeimbang. Dan tidak ada yang bisa memaksa untuk mengubah cara berpikirnya. Karena bila dilakukan, berarti melanggar hak asasi mereka.

Saat cinta hadir dalam hidup seseorang. Cinta memainkan perannya dengan alunan yang cantik sehingga terkadang sulit diterima oleh akal sehat. Kejutan demi kejutan yang tak terduga datang silih berganti. Tidak ada yang dapat menebak. Tidak mengenal waktu, tempat dan batasan-batasan apapun. Semua mengalir seperti air. Aliran lah yang membawa cinta berlabuh disuatu tempat. Semua terjadi begitu alami. Seperti inilah cara cinta bekerja.

Namun, hampir semua subyek yang memandang cinta, sepakat bahwa cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertainya.

Ya, cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertainya. Cinta tidak terpaku pada satu subyek tertentu. Bukan sanggahan bahwa cinta sejati tidak ada. Cinta sejati ada. Terjadi disuatu waktu dan pada subyek yang tepat. Sayangnya keabadian hanya dimiliki oleh perubahan. Cinta dalam konteks ini pun tidak abadi. Harapan yang membuatnya berubah dan terus bergerak.

Hal ini berkaitan dengan sifat manusiawi seseorang. Rasa ketidakpuasan yang dihadiahkan oleh sang pencipta membuat manusia ingin segala hal yang terbaik dan lebih baik lagi. Diibaratkan ketidakpuasan adalah sebuah dayung. Cinta yang alami akan mengikuti alirannya. Namun dengan dayung, cinta dapat berlabuh dimanapun mereka suka. Apabila merasakan rasa tidak nyaman disuatu tempat berlabuh, cinta dapat bergerak ketempat lainnya yang lebih menjanjikan kenyamanan. Harapan akan janji kenyamanan ini yang membuat cinta terus bergerak.

Tidak ada yang salah dengan “cinta bergerak seiring harapan yang menyertainya”. Namun, banyak anggapan negatif tentang orang yang berpindah dari tempatnya berlabuh. Alasannya, karena menyakiti dan mengkhianati. Anggapan ini benar. Namun manusia memiliki sifat manusiawi. Siapa yang tidak menginginkan hal yang lebih baik?.

Disisi lain, Ada hal bernama komitmen dalam sebuah hubungan. Komitmen ini yang membatasi agar kita tidak terbawa aliran. Komitmen juga yang membuat kita tetap berlabuh ditempat yang sama. Disini, komitmen memainkan perannya sebagai penyeimbang dari aliran. Bentuk lain dari pengekang sifat manusiawi.

Seseorang yang tidak memiliki tempat berlabuh akan merasa sendirian. Terombang-ambing derasnya aliran air. Sekuat-kuatnya mengemudikan perahu dengan dayung, aliran selalu bisa mengubah arah tujuan dari perahu tersebut.




Foot note:

Cinta terus bergerak seiring harapan yang menyertainya. Dikutip dari sebuah karya berjudul “love”. Karya ini menyajikan bentuk cinta yang berbeda dari karya berbau romantisme lainnya. Sehingga penulis tergerak untuk membuat sebuah blog serta tulisan dengan judul ini.



Sabtu, 26 September 2009

The ring

Juli 2007.

“ Yiyi pikir lebih baik begini, yiyi ga mau ipiku sedih trus karena yiyi”

“ terserah..ipina mah ngikutin yiyi aja”..

”ipiku jangan mikir macem2 ya, yiyi kaya gini karena sayang banget sm ipiku”

”....”

Beberapa hari kemudian.

”cincin ini buat kamu..sebagai tanda maaf aku”

”bodo!”

”aku sayang sama kamu..terima ya..ni cuma cincin murah..aku belum sanggup beli yg mahal”

”............”

”aku harap kamu suka..ini sebagai tanda kita terikat”

”......”

1 minggu setelahnya.

”tok..lo tau?vivi udah jadian..”

”....!!!”

Flash back.

Nama panggilan gua totok. Hidup gua biasa, tapi jadi luar biasa semenjak ada seseorang disamping gua. Fenomena yang alami. Cewek pertama gua 1 kelas ketika smp, dia manggil gua yiyi dan gua manggil dia ipina. Ipina sosok wanita tersempurna yang gua temui. Lebih berharga daripada diri gua sendiri. Setidaknya pada saat itu.


Hari-hari sulit dilewati sama-sama.


Gua Cuma pria biasa yang penuh dengan kesalahan. Walaupun bagaimana berusahanya seorang pria untuk menyenangkan wanitanya, pasti ada saatnya wanita merasa jenuh dan ga puas. Sehingga semua usaha yang kita lakukan untuk mereka terasa percuma. Rasa ga puas itu wajar dan manusiawi.

Manusiawi karena kita semua manusia. Menginginkan suatu hal yang lebih baik dari sebelumnya. Ini yang buat kita merasa haus oleh kepuasan. Sebuah ketertarikan dengan seseorang pada saat menjalin hubungan. Ini manusiawi. Ya, ini juga manusiawi.


2 tahun 4 bulan. Ini umur hubungan gua yang pertama sama cewek yang bernama ipina. Cewek pertama gua. Menggantung dan ending yang cukup menyakitkan. Tapi harga yang pantas untuk sebuah pelajaran bernama komitmen. Cowok harus nepatin semua janjinya. Atau setidaknya mempertanggungjawabkan. Iya ga vi?

Janji gua, gua tepatin. Tugas gua selesai. Gua jaga ipina selama 2 tahun 4 bulan. Melankolis sekali memang. Semua orang pasti melankolis menyangkut soal cinta. Karena cinta adalah sebuah sentuhan perasaan, bukan permainan logika.


Komitmen yang bawa kita sejauh ini, komitmen juga yang mengakhiri semuanya.



Story corner

Gua sayang ipina, gua ga rela dia pergi. Cincin pertama gua ga bermakna.

Gua kerja bersih-bersih dimasjid, jual koran n barang-barang bekas dirumah. Ini rencana gila. Cincin dengan ukiran namanya. Jadi semacam alat buat rebut hatinya lagi. Gua beli dengan keringat sendiri. Ada kepuasan sendiri pas berhasil mesen cincin pake uang hasil kerja keras. Beberapa hari setelah pemesanan, cincin itu jadi. Gua memikirkan cara unik super romantis. Sebuah kejutan kecil yang bisa buat dia senyum. Rencananya cincin gua masukin kedalam eskrim. Pas dia nemuin cincin, ”surprise”. Semua itu udah terkonsep diotak gua dengan plan a dan plan b yang kemungkinannya udah gua perhitungkan.

H-1. Jam 4 pagi sebelum sekolah, gua olahraga n makan banyak. Besok harus fresh.

Hari yang cerah, gua berangkat kesekolah. Disekola, gua dapet kabar kalo seorang teman udah ngerebut hati ipina.


Ini hidup. Sifatnya yang dinamis membuat banyak kejutan-kejutan yang terkadang sulit untuk kita terima.

Regal Raya Resort, Anyer.

Hari sabtu diminggu yang sama. Cincin gua perhatikan dengan seksama. Memantapkan hati. Gua lempar jauh. Penuh dengan emosi.Diiringi oleh janji yang tidak dewasa.

"Semustahil gua nemuin cincin ini, gua kembali sama lo"


Janji tetap janji. Pria ga boleh melanggar janjinya.


Jumat, 25 September 2009

Seutas kata

Tulisan hanya sekedar permainan kata, hanya sekedar buah pikiran, hanya sekedar curahan hati yang dapat membuat seseorang merasa lega. Tidak jarang, terdapat aura kental yang terpancar dari tulisan. Hal ni disebabkan oleh suasana hati penulis yang terbawa kedalam tulisan. Tulisan seperti inilah yang dianggap pemilik blog sangat menyentuh dan memiliki seni ditiap untaian katanya. Blog ini hanyalah siratan kiasan makna hidup dari penulis. Dilukiskan kedalam sebuah tulisan sebagai tumpahan emosi yang tidak bisa dicurahkan. Apabila ada tulisan yang menyinggung ataupun ada pihak yang merasa dirugikan karena tulisan yang diterbitkan penulis. Maaf, hanya itu yang dapat diutarakan oleh penulis. Sebuah sejarah berbeda pada setiap subyeknya. Isi blog ini adalah rekaman ulang sebuah peristiwa yang terjadi pada diri penulis. Dipandang dari sudut mata penulis.




Blog ini bernama cowomelankolis.blogspot.com. Blog ini akan diisi oleh kisah- kisah maupun curahan hati sang penulis. Dan sang penulis hanya akan menulis pada saat dirinya merasa melankolis.