Sabtu, 26 September 2009

The ring

Juli 2007.

“ Yiyi pikir lebih baik begini, yiyi ga mau ipiku sedih trus karena yiyi”

“ terserah..ipina mah ngikutin yiyi aja”..

”ipiku jangan mikir macem2 ya, yiyi kaya gini karena sayang banget sm ipiku”

”....”

Beberapa hari kemudian.

”cincin ini buat kamu..sebagai tanda maaf aku”

”bodo!”

”aku sayang sama kamu..terima ya..ni cuma cincin murah..aku belum sanggup beli yg mahal”

”............”

”aku harap kamu suka..ini sebagai tanda kita terikat”

”......”

1 minggu setelahnya.

”tok..lo tau?vivi udah jadian..”

”....!!!”

Flash back.

Nama panggilan gua totok. Hidup gua biasa, tapi jadi luar biasa semenjak ada seseorang disamping gua. Fenomena yang alami. Cewek pertama gua 1 kelas ketika smp, dia manggil gua yiyi dan gua manggil dia ipina. Ipina sosok wanita tersempurna yang gua temui. Lebih berharga daripada diri gua sendiri. Setidaknya pada saat itu.


Hari-hari sulit dilewati sama-sama.


Gua Cuma pria biasa yang penuh dengan kesalahan. Walaupun bagaimana berusahanya seorang pria untuk menyenangkan wanitanya, pasti ada saatnya wanita merasa jenuh dan ga puas. Sehingga semua usaha yang kita lakukan untuk mereka terasa percuma. Rasa ga puas itu wajar dan manusiawi.

Manusiawi karena kita semua manusia. Menginginkan suatu hal yang lebih baik dari sebelumnya. Ini yang buat kita merasa haus oleh kepuasan. Sebuah ketertarikan dengan seseorang pada saat menjalin hubungan. Ini manusiawi. Ya, ini juga manusiawi.


2 tahun 4 bulan. Ini umur hubungan gua yang pertama sama cewek yang bernama ipina. Cewek pertama gua. Menggantung dan ending yang cukup menyakitkan. Tapi harga yang pantas untuk sebuah pelajaran bernama komitmen. Cowok harus nepatin semua janjinya. Atau setidaknya mempertanggungjawabkan. Iya ga vi?

Janji gua, gua tepatin. Tugas gua selesai. Gua jaga ipina selama 2 tahun 4 bulan. Melankolis sekali memang. Semua orang pasti melankolis menyangkut soal cinta. Karena cinta adalah sebuah sentuhan perasaan, bukan permainan logika.


Komitmen yang bawa kita sejauh ini, komitmen juga yang mengakhiri semuanya.



Story corner

Gua sayang ipina, gua ga rela dia pergi. Cincin pertama gua ga bermakna.

Gua kerja bersih-bersih dimasjid, jual koran n barang-barang bekas dirumah. Ini rencana gila. Cincin dengan ukiran namanya. Jadi semacam alat buat rebut hatinya lagi. Gua beli dengan keringat sendiri. Ada kepuasan sendiri pas berhasil mesen cincin pake uang hasil kerja keras. Beberapa hari setelah pemesanan, cincin itu jadi. Gua memikirkan cara unik super romantis. Sebuah kejutan kecil yang bisa buat dia senyum. Rencananya cincin gua masukin kedalam eskrim. Pas dia nemuin cincin, ”surprise”. Semua itu udah terkonsep diotak gua dengan plan a dan plan b yang kemungkinannya udah gua perhitungkan.

H-1. Jam 4 pagi sebelum sekolah, gua olahraga n makan banyak. Besok harus fresh.

Hari yang cerah, gua berangkat kesekolah. Disekola, gua dapet kabar kalo seorang teman udah ngerebut hati ipina.


Ini hidup. Sifatnya yang dinamis membuat banyak kejutan-kejutan yang terkadang sulit untuk kita terima.

Regal Raya Resort, Anyer.

Hari sabtu diminggu yang sama. Cincin gua perhatikan dengan seksama. Memantapkan hati. Gua lempar jauh. Penuh dengan emosi.Diiringi oleh janji yang tidak dewasa.

"Semustahil gua nemuin cincin ini, gua kembali sama lo"


Janji tetap janji. Pria ga boleh melanggar janjinya.


2 komentar:

  1. hahaha. kalo ini di pecundangi wanita gua mw kwtawain lo tok..
    permainan kata yang sangat menarik tok.senang sekali bisa membaca dan mengikuti blog engkau..

    BalasHapus
  2. wah toky... impressive bgt cerita lo...

    interesting^^

    BalasHapus